Indonesia adalah Negara yang terbilang produktif dalam pembuatan film. Dan berbagai film dari bebagai genre pun telah dibuat. Horor, Sex, Metropolitan, Kriminalitas, drama percintaan, sampai film religi juga turut mewarnai perfilman Indonesia.
Beberapa tahun yang lalu mungkin benar jika kita bilang perfilman Indonesia sedang merosot pamornya. Karena penonton hanya disuguhkan ‘tontonan terselubung’ yang sudah dapat dipastikan apa saja yang terkandung di dalamnya. Yang paling parah lagi, mereka harus membayar tiket bioskop untuk melihat adegan adegan yang hampir mayoritas berisikan adegan tak layak tonton (amoral). Hampir setiap bulan bioskop dipenuhi dengan film – film bergenre (yang katanya) horror, Padahal lebih banyak adegan amoralnya daripada adegan horrornya. Dan herannya lagi, kenapa film – film seperti itu masih saja laku di pasaran? Padahal kalau kita bandingkan, film – film Indonesia sudah tertinggal jauh dengan film – film hollywod atau bahkan bollywod.
Bagaimana dengan film – film di asia??
Menurut saya, meski tidak setenar Taiwan atau hongkong, kini jepang sudah mulai mencoba merambah film – film bertaraf internasional. Tentunya tidak mudah membuat film yang diminati oleh orang hingga luar negeri, tapi jepang mencoba memberikan sesuatu dalam filmnya. Kebanyakan cerita yang dibuat oleh negeri sakura itu adalah cerita dengan latar belakang zaman dulu. Mereka sanggup menyatukan antara modernisasi tehnik dan tradisionalitas negaranya.
Namun, kini perfilman Indonesia pun tidak mau kalah. Para filmmaker Indonesia sedang berusaha membangkitkan perfilman Indonesia yang sedang terpuruk dengan membuat film – film berkualitas terbaik. Sebut saja “LASKAR PELANGI” yang syarat akan pendidikan moral bagi siapa saja yang menontonnya. Film besutan Mira Lesmana ini diangkat dari novel yang berjudul sama yang dikarang oleh Andrea Hirata.
Sesungguhnya masih banyak lagi film – film ‘bagus’ yang telah dibuat oleh para filmmaker dalam negeri , Tapi tetap masih tidak sebanyak film – film ‘terselubung ‘ itu. Semoga saja suatu hari Indonesia juga mampu membuat film – film dengan teknologi hollywod, tapi tetap memiliki nilai – nilai yang selalu dijadikan acuan sebagai orang Indonesia. Amin.
Selasa, 19 Oktober 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


0 komentar:
Posting Komentar